Lara Insani Taqwim Abu____Abu

Minggu, 06 Februari 2011

AKHWAT SEJATI


Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya:
“Abi, ceritakan padaku tentang Akhwat Sejati”
Sang Ayah tersenyum dan menjawab :

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya
o Tetapi dari kecantikan hati yang ada di baliknya

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona
o Tetapi dari sejauh mana ia menutupi tubuhnya

Akhwat sejati bukanlah begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan
o Tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan tersebut pada orang lain

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya
o Tetapi dari apa yang sering mulutnya bicarakan

Akhwat sejati bukanlah dilihat keahliannya berbahasa
o Tetapi dari bagaimana caranya ia berbicara

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian
o Tetapi dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan
o Tetapi dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani
o Tetapi dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul
o Tetapi dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul

Setelah itu, gadis tadi bertanya lagi :
“Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, ya Abi?”
Sang Ayah memberinya buku dan berkata :
“Pelajari tentang dia.”
Sang gadis kecil pun mengambil buku itu.
‘Istri Para Nabi’, judul yang tertulis di buku itu.

Diambil dari kumpulan materi Pra Nikah...

IKHWAN SEJATI

Seorang pemuda bertanya kepada ibunya :
“Ibu, ceritakan padaku tentang Ikhwan Sejati”
Sang Ibu tersenyum dan menjawab :

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar
Tetapi dari kasih sayangnya kepada orang di sekitarnya

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang
Tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya
Tetapi dari sikap bersahabatnya kepada generasi muda bangsa

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerja
Tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan
Tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang
Tetapi dari hati yang ada di balik itu

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja
Tetapi dari komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan
Tetapi dari tabahnya dia menjalani lika-liku kehidupan

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya dia membaca al-Qur’an
Tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang dia baca

Setelah itu, pemuda tadi bertanya lagi :
“Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Bu?”
Sang Ibu memberinya buku dan berkata :
“Pelajari tentang dia.”
Sang Pemuda pun mengambil buku itu.
‘MUHAMMAD’, judul yang tertulis di buku itu

Motivasi Hidup


Beberapa hari yang lalu aku menyaksikan tayangan televisi. Bukan nonton musisi kawin cerai melainkan… motivasi hidup seorang pengusaha sukses, Bob Sadino. Yap Benar! Artikel motivasi kali berasal dari orang yang mempunyai ciri khas memakai celana pendek itu.

Banyak kata inspirasi yang keluar saat wawancara di acara televisi itu, Hingga dapat menggugah kita menjadi orang sukses. Apa saja motivasi hidup yang dia berikan terutama dalam karir.

“Jangan mengeluh dengan keadaan”

Benar saudara! Hanya 4 kata inspirasi singkat diatas yang sesungguhnya dari motivasi hidup. Bukan hanya karir saja melainkan setiap elemen yang selalu kita kerjakan sehari-hari. Dan inilah inti dari artikel motivasi kali ini.

Apa saja artikel motivasi maupun motivasi hidup tersebut??

Sebelumnya kita kembali lagi ke masa lalu tentang tema Acara televisi itu “Cara memulai usaha tanpa modal”. Tunggu dulu! Bagaimana bisa memulai usaha tanpa modal. Ini yang dikatakan pak Bob Sadino :
Motivasi hidup dari orang yang mengeluh,

Kamu : Gimana nih pak kok hidup saya gagal maning gagal maning

Bob Sadino : Lho kok bisa gagal

Kamu : nggak diterima kerja dimana-mana. Apalagi di perusahaan bapak

Bob Sadino : Kalau nggak diterima kerja, usaha donk!

Kamu : Tapi pak saya nggak punya modal buat usaha

Bob Sadino : Hmm..gimana kalu saya kasih kamu pinjeman modal biar jadi orang sukses.

Kamu : Wah makasih Pak! tapi usaha apa ya Pak! saya nggak punya ide

Bob Sadino : Saya sih punya ide usaha yang cocok buat kamu. Mau nggak!

Kamu : Wah terima kasih sekali pak! Tapi gimana kalau idenya nggak cocok.

Bob Sadino : ya dicoba dulu aja (sedang memberikan kata inspirasi)

Kamu : Baiklah Pak akan saya coba! Tapi pak gimana kalau gagal.

Bob Sadino : mau jadi orang sukses harus cari kegagalan, karena kegagalan akan membuat kita belajar untuk masa depan (kata bijak yang patut kita tiru bukan).

Kamu: Ya saya siap pak. Tapi Maaf kalau saya gagal…apa ada keringanan dalam pengembalian modal

Bob Sadino : ……

Anda bisa lihat diatas, Orang itu sudah diberi fasilitas masih mengeluh dengan keadaan. Benar-benar motivasi hidup orang gagal. Berbeda dengan Bob Sadino :

Ceritanya ketika orang sukses ini masih menjadi orang miskin. Dia nggak punya modal dan nggak diterima kerja dimanapun. Kasihan banget ya! Tapi karena motivasi hidup nya yang luar biasa Bob Sadino mempunyai ide….

melihat tetangganya sering membuat kue dan menjualnya. Dia menawarkan sesuatu ke tetangganya.

Bob Sadino : Wah saya lihat ibu banyak buat kue..tapi apa nggak lelah tuh Bu, jika harus menjualnya juga.

Tetangga: Ya lelah Mas, tapi demi menghidupi keluarga.

Bob Sadino : Gini aja, saya punya ide…Ibu nggak usah lagi jualan. Biar Ibu buat kuenya aja…nanti saya deh yang keliling-keliling buat jualin kue Ibu. Tapi bagian saya bisa diatur kan

Tetangga : boleh juga..tapi nanti kalau kejual sedikit. maaf Mas! Malah tekor saya bayar Mas Bob.

Bob Sadino : Ibu kan waktu ngejualnya dikit..kebanyakan malah buat kue. Kalau Ibu dan saya bagi-bagi tugas. Ibukan bisa buat kuenya lebih banyak…dan saya juga bisa ngejualnya lebih banyak karena waktunya lebih lama. Dicoba aja dulu seminggu ini…kalau nggak bagus. Ibu nggak usah bayar saya deh.

Tetangga : hmmmmmm…(baru mikir)

Tetangga : Ya boleh! mulai besok ya mas!!!

Nah hebat kan, mampu memulai usaha tanpa sepersenpun modal. Motivasi hidup seperti inilah yang harus kita tanamkan dalam pribadi kita. Motivasi hidup dari orang sukses.

Jangan sekedar mengkritik keadaan. Menyalahkan orang lain, menyalahkan orang tua yang miskin, menyalahkan pemerintah yang gagal. Memang benar setiap orang sukses pasti ada orang lain yang membantunya. Tapi 80% itu tetap tergantung pada diri orang sukses itu sendiri.

Artikel motivasi ini, ada penambahan dan kekurangan serta ditambah dengan sedikit dramatisasi. Karena saya agak lupa gimana alur cerita acara televisi tersebut.

Motivasi Hidup untuk Sebuah Kesuksesan

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajarmembangun kesempatan untuk berhasil ( Mario teguh )
Sepenggal kata mutiara dari Mario Teguh diatas, memberikan gambaran bahwa keberhasilan yang sebenarnya dapat diperoleh saat kita mencoba untuk menemukan keberhasilan tersebut. Karena dalam setiap proses kehidupan yang kita alami, selalu terdapat pembelajaran baru yang akan meningkatkan potensi diri kita.
Terkadang dalam menjalani hidup, tak jarang kita mengalami kejenuhan, kegagalan, maupun kekecewaan yang dapat menyebabkan seseorang tidak memiliki semangat lagi untuk menjalani hidupnya. Rasa putus asa dan tidak memiliki harapan lagi, menjadi kebiasan buruk bagi orang yang mengalami kegagalan. Sebaiknya Anda mulai menyadari bahwa kebudayaan tersebut hanya akan menghancurkan diri Anda sendiri. Karena kegagalan yang Anda alami adalah hasil perbuatan Anda sendiri. Untuk itu Anda juga harus bertanggungjawab atas kegagalan yang Anda alami, dengan membangkitkan kembali motivasi hidup Anda.
Pembelajaran besar tentang motivasi dapat kita peroleh dari kisah Thomas Alfa Edison saat beliau berusaha menciptakan sebuah lampu pijar. Thomas Alfa Edison yang dulunya dianggap bodoh oleh gurunya hingga dikeluarkan dari sekolah, ternyata tidak menyerah dengan keadaannya saat itu. Tanpa pendidikan di sekolah, Thomas kecil tetap belajar secara otodidak di rumah dengan bantuan buku – buku serta laboratorium kecil yang sengaja dibuatkan oleh ibunya.
Dari sanalah beliau mulai melakukan percobaan untuk menciptakan lampu pijar. Beribu – ribu kegagalan beliau alami sebelum akhirnya pada percobaannya yang ke 9.999 beliau berhasil menciptakan lampu pijar yang benar – benar bisa menyala dengan terang. Saat ditanya tentang kegagalan yang dialaminya hingga ribuan kali, Ia hanya menjawab bahwa dirinya merasa tidak pernah gagal. Melainkan Ia baru saja menemukan ribuan cara baru, untuk membuat lampu tidak bisa menyala. Dia memandang ribuan kegagalan tersebut sebagai manfaat yang memberikan tambahan pengetahuan, khususnya mengenai cara agar lampu tidak dapat menyala.
Cara Thomas Alfa Edison menanggapi kegagalannya, dapat memberikan inspirasi bagi kita bahwa dibalik semua kegagalan tersimpan pembelajaran besar yang bermanfaat untuk diri kita. Bayangkan bila saat itu Thomas Alfa Edison menyerah pada percobaannya yang ke 9.998, mungkin sampai saat ini kita tidak akan mengenal adanya lampu pijar. Oleh karena itu ciptakan kekuatan untuk selalu memotivasi diri Anda, terus mencoba dan berproses. Karena dengan berproses, Anda baru saja menemukan cara baru untuk meraih kesuksesan Anda.
Semoga dengan kisah sukses Thomas Alfa Edison dapat memberikan inspirasi bagi Anda guna meningkatkan motivasi hidup untuk sebuah kesuksesan yang ingin Anda raih...

Selasa, 25 Januari 2011

Jangan biarkan dirimu hancur

Suatu ketika, ada seorang sahabat memulai kotbahnya dengan mengeluarkan selembar uang seratus ribu yang baru. Kemudian dia bertanya "Siapa di antara kamu yang mau uang ini, jika diberikan ikhlas padamu?" Langsung saja yang mengangkat tangan banyak sekali.
Katanya lagi " Ya, ini akan saya berikan, tapi sebelumnya biar saya melakukan hal ini". Sahabat tersebut meremas uang kertas seratus ribu itu, menjadi gulungan kecil yang kumal.
Kemudian dia buka lagi ke bentuk semula : lembaran seratus ribu, tapi sudah kumal sekali. Lalu dia bertanya " Siapa yang masih mau uang ini?" Tetap saja banyak yang angkat tangan, sebanyak yang tadi.
"Oke, akan saya kasih, tapi biarkan saya melakukan hal ini". Dia menjatuhkan lembaran uang itu ke lantai, terus diinjak-injak pakai sepatunya yang habis berjalan di tanah becek sampai nggak karuan bentuknya. Dia tanya lagi" siapa yang masih mau?" Tangan-tangan masih saja terangkat. Masih sebanyak tadi.
"Nah, sahabatku, sebenarnya aku dan kau sudah mengambil satu nilai yang sangat berharga dari peristiwa tadi. Kita semua masih mau uang ini walau bentuknya sudah nggak karuan lagi. Sudah jelek, kotor, kumal... tapi nilainya nggak berkurang: tetap seratus ribu rupiah.
Sama seperti kita. Walau kau tengah jatuh, tertimpa tangga pula... tengah sakit, tengah hancur pula, atau kau gagal, nggak berdaya, terhimpit, dan merasa terhina, kecewa dan terkhianati, atau dalam keadaan apapun, kau tetap nggak kehilangan nilaimu... karena kau begitu berharga. Jangan biarkan kekecewaan, perasaan, ketakutan, sakit hati, menghancurkan kamu, harapanmu, atau cita-citamu."
"Kamu akan selalu tetap berharga, bagi dirimu, bagi diriku, bagi sahabatmu, bagi sahabat yang lain dan kau tetap sama dimata Tuhanmu. Dia, Tuhanmu, akan berlari mendekatimu, jika kau berjalan menuju-Nya. Aku pun sahabatmu akan melakukan hal yang sama, karena fithrah setiap diri kita akan mulia jika mencoba mendekati sifat2 Tuhan kita. Disanalah nilai dirimu berada..