Lara Insani Taqwim Abu____Abu

Rabu, 23 Februari 2011

Bercermin diri

Dalam keseharian kehidupan kita, begitu sangat sering dan nikmatnya 

ketika kita bercermin. Tidak pernah bosan barang sekalipun padahal wajah
yang kita tatap itu-itu juga, aneh bukan?! Bahkan hampir pada setiap 
kesempatan yang memungkinkan kita selalu menyempatkan diri untuk bercermin.
Mengapa demikian? Sebabnya kurang lebih karena kita ingin selalu berpenampilan
baik, bahkan sempurna. Kita sangat tidak ingin berpenampilan mengecewakan,
apalagi kusut dan acak-acakan tak karuan. 

Rabu, 09 Februari 2011

Hidup Ini Sederhana


Add caption
Hidup Ini Sederhana


Ada seseorang saat melamar kerja, memungut
sampah kertas di lantai ke
dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-
interview, dan dia
mendapatkan pekerjaan tersebut.
* Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat
mudah, cukup memelihara
kebiasaan yang baik.

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda.
Suatu saat ada seseorang
yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki
di toko tsb. Selain
memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga
membersihkan sepeda hingga bersih
mengkilap. Murid-murid lain menertawakan
perbuatannya. Keesokan hari
setelah sang empunya sepeda mengambil
sepedanya, si adik kecil
ditarik/diambil kerja di tempatnya.
* Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil
sangat mudah, cukup punya
inisiatif sedikit saja.

Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini
sangat cantik."
Ibu menjawab: "Mengapa?"
Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali
tidak marah-marah."
* Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah
mudah, hanya perlu tidak
marah-marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari
bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu
bekerja keras, Tanamanmu
tetap akan tumbuh dengan subur."
Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk
tanamanku, tapi aku sedang
membina anakku."
* Ternyata membina seorang anak sangat mudah,
cukup membiarkan dia rajin
bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada
muridnya: "Jika sebuah bola jatuh ke
dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"
Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian
tengah."
Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang
cekung ke dalam.
Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang
paling tinggi."
Pelatih memberikan jawaban yang paling
tepat: "Setapak demi setapak cari
dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput
sebelah sana."
* Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat
gampang, cukup melakukan
segala sesuatunya setahap demi setahap secara
berurutan, jangan
meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak
yang tinggal di pinggir
jalan:
"Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah
denganku."
Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah
terbiasa, malas untuk pindah."
Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk
katak "pinggir jalan" dan
menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas
mobil yang lewat.
* Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita
sendiri, cukup hindari
kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang
pasir, semua berjalan
dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang
yang berjalan dengan
gembira.
Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu
santai?"
Dia menjawab sambil tertawa: "Karena barang
bawaan saya sedikit."
* Ternyata sangat mudah untuk memperoleh
kegembiraan, cukup tidak serakah
dan memiliki secukupnya saja
 

Boss... NO! Pemimpin... YES!

Boss... NO! Pemimpin... YES!

Betapa sering orang gagal untuk menjadi pemimpin karena mereka tidak
berlaku sebagai pemimpin melainkan berlaku sebagais boss. H. Gordon
Selfridge adalah pendiri salah satu department store (pusat
perbelanjaan) di London yang merupakan salah satu department store
terbesar di dunia. Ia mencapai kesuksesan tersebut dengan menjadi
seorang 'pemimpin' dan bukan dengan menjadi 'Boss'. Apakah perbedaan
antara pemimpin dengan boss? Di bawah ini adalah perbandingan yang
diberikan oleh Gordon Selfridge antara orang yang bertipe pemimpin dan
orang yang bertipe boss.


Seorang boss mempekerjakan bawahannya;
Tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka,

Seorang boss mengandalkan kekuasaannya;
Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baik.

Seorang boss menimbulkan ketakutan;
Tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih.

Seorang boss mengatakan 'aku';
Tetapi seorang pemimpin mengatakan 'kita'.

Seorang boss menunjukkan siapa yang bersalah;
Tetapi seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah.

Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan'
Tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.

Seorang boss menuntut rasa hormat;
Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat;

Seorang boss berkata, 'Pergi!';
Tetapi seorang pemimpin berkata, 'Mari kita pergi!'

Maka jadilah seorang pemimpin, dan bukan seorang boss.

Lidah Mahkota Hidup

Lidah....organ terkecil dari tubuh kita, tapi nahkoda yang mengendalikan seluruh hidup kita. Tergantung bagaimana kita memegang kemudi itu. Jika kita tak bisa mengendalikannya, hancurlah seluruh hidup kita. Satu sumber mata air yang dapat memancarkan kasih dan pahit.
            Lidah...lima huruf, tapi memiliki dampak yang sangat radikal. Dia dapat menyakiti, dia dapat juga memberkati orang dengan kata-kata lembutnya. Dia dapat membuat orang menangis, dia dapat juga membuat orang tersenyum. Dia dapat membunuh, dia dapat juga mendamaikan. Dia dapat menimbulkan konflik, dia dapat juga mempersatukan.
            Lidah...karena dia, persahabatan yang tak terbina dengan baik bisa hancur dengan kesalahpahaman. Karena dia, sepasang kekasih memutuskan berpisah oleh kurangnya pengertian dan keegoisan satu sama lain. Karena dia juga, suami istri yang tak teguh memegang komitmen hidup akhirnya memutuskan berpisah. Karena dia, para pemuda jatuh dalam lubang kebinasaan. Karena dia, dua suku bangsa dapat bertengkar hanya dipicu satu orang saja. Karena dia, dua negara yang berdamai bisa terpecah belah.
            Lidah...dia membuat orang bisa menjadi marah, memfitnah, membunuh, egois, tidak bisa mengerti keadaan orang lain, menang sendiri, acuh tak acuh, sinis, iri hati dan dendam. Tapi lidah juga membuat hati yang beku menjadi hancur, hati yang dipenuhi amarah dapat luluh oleh adanya kata-kata bijak,
            Tetapi kadangkala manusia mengabaikan betapa pentingnya komunikasi. Mereka tak pernah berpikir dampak yang kan terjadi bila kata-kata itu keluar dari mulut mereka. Lidah dapat mengeluarkan perbendaharaan yang baik jika dikendalikan oleh nahkoda yang bijaksana pula. Sebaliknya lidah dapat mengeluarkan perbendaharaan yang menyakitkan jika berada di tangan nahkoda yang akhlaknya buruk.
            Komunikasi yang terbina dengan baik bisa menjadi akhir yang sangat membahagiakan dan melegakan dahaga di hati. Dua insan yang bertengkar dapat bersatu karena adanya kata-kata yang lembuat keluar dari seorang bijak. Sepasang kekasih yang bertengkar dapat kembali bersatu karena adanya insan yang mendamaikan, meski insan itu menyukai salah satunya. Negara yang sudah tercerai berai dapat bersatu karena adanya kata-kata bijak dari sang diplomat.
            Lidah yang baik adalah lidah yang ingin sahabatnya bahagia, dan ingin menghancurkan persahaban itu walau sudah di ujung tanduk; lidah yang berusaha agar kekasihnya dapat kembali lagi padanya, meski sudah tak ada yang dapat dilakukannya; lidah yang ingin agar sahabatnya tersenyum kembali walaupun dia kecewa padanya dan tak ingin menyakitinya. Lidah yang baik adalah lidah yang selalu menyayangi orang lain, meski orang itu melukai perasaannya.
           
Jadilah lidah-lidah yang memberkati orang-orang di sekelilingmu, nahkoda-nahkoda yang membuat orang lain tersenyum, nahkoda yang memberi ketenangan dan kedamaian....